Monday, August 28, 2006

Pilihan Ujung

aku kesal dengan sebuah risau.
Ujung-ujungnya mengajak tubuh ini
kembali melihat sosok yang selama ini
sangat ingin aku tinggalkan di belakang
walau banyak petunjuk untuk menjauhinya
tetapi tetap saja tubuh ini kembali pergi mendekatinya
semangatku kembali hilang dikarenakan
sebuah risau kembali menutupi dirinya
memberikan peluang sebundar hati
untuk lebih lekat kepada sosok.
Haruskah aku berjalan berbalik
lalu kemudian memberikan
harapan kepada risau.
Berjalan lurus dan meninggalkan keduanya
atau lebih baiknya, menatap sosok itu
lalu bersender dibahunya.
Aku kesal karena kebingungan ketiga
pilihan membuat jiwa ini bertambah menjauhi
risau dengan sebuah sosok.
Ujung-ujungnya aku yang lebih
merasakan sakit hati ini

No comments: